Terkadang kita sering mendengar dan melihat kata-kata seperti Moral Force,Social Of Control,Agent of Change. Mungkin kita lebih sering mendengar dan melihat kata-kata Agent Of Change, terutama di jaket/baju kalangan mahasiswa/i tanpa mereka menyadari tanggung jawab yang harus mereka pikul sebagai penerus bangsa.
Sebenarnya dari ketiga kata-kata yang saya sebutkan tadi, yang mungkin juga"bukan bermaksud Su'udzhon" dijadikan sebagai kata-kata ajang keren-kerenan bagi mahasiswa/i, mempunyai sebuah arti yang mendalam jika kita pahami dengan baik dan memperbaiki identitas pergerakan mahasiswa jika dilakukan dengan benar. Ada baiknya kita mengetahui arti dan tanggung jwab kita sebagai kaum intelektual.
MORAL FORCEMaksudnya bahwa mahasiswa mampu untuk menjadi penyampai amanah penderitaan rakyat kepada elit untuk kemudian ditindak lanjuti oleh elit pemerintah.
SOCIAL OF CONTROLMahasiswa harus mampu untuk mengawal pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan yang berhubungan dengan masalah publik. Hal ini dilakukan untuk mengawasi pemerintah jangan sampai pemerintah mengeluarkan kebijakan yang dapat merugikan masyarakat bawah (grass root).
AGENT OF CHANGEPeran mahasiswa yang satu ini yang membuat mahasiswa biasa di sebut sebagai agen perubahan atau agen pembaharu. Bahwa mahasiswa harus terus melakukan perubahan sosial ke arah yang lebih baik, atau biasa di sebut civil society, mahasiswa harus terus memikirkan ide-ide baru untuk membawa masyarakat ke arah yang ideal, yang selalu di impikan.
Sebenarnya kalu kita menyadari Ketiga peran di atas sudah cukup jelas tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu :
Pendidikan, bahwa mahasiswa kemudian harus terus mencari ilmu, mahasiswa harus wajib untuk terus merasa haus untuk terus menambah pengetahuan yang di milikinya.
Penelitian, bahwa mahasiswa untuk menambah pengetahuan yang di milikinya, mereka harus meneliti, hal ini juga untuk melihat bagaimana realitas sosial masyarakat.
Konsekuensi dari keberpengetahuanan mahasiswa ini kemudian mewajibkan kita sebagai mahasiswa, untuk melakukan Pengabdian Pada Masyarakat.
Oleh karena itu maka sudah selayaknya kita mahasiswa, untuk melakukan pergerakan untuk melawan segala bentuk penindasan. Tumbuhkan kembali jiwa kritis mahasiswa, kita harus terus pesimis, kita harus terus mempertanyakan segala sesuatu yang kita hadapi. Maka dari itu kembali saya tekankan bahwa sebagai seorang mahasiswa, kita harus terus melakukan pergerakan. Jangan hanya mampu untuk berbicara tanpa melakukan apa-apa,dan jangan bergerak tanpa tahu apa-apa. Saya tutup sebuah pemikiran sederhana ini dengan sebuah pesan.
Ingat kawan ketika kita melihat penindasan, dan kita diam terhadap penindasan tersebut, maka kita adalah penindas pula. Oleh karena itu, kita hanya punya dua pilihan, tunduk tertindas atau bangkit melawan, sebab mundur adalah pengkhianatan. Mari maju bergerak bersama mewujudkan ekspektasi masyarakat. Satu bumi milik bersama, tanpa batas tanpa penindasan.
DIAM BUKAN JAWABAN
|
|
mit, ok juga blog lo trus aj di publish..
BalasHapus